Nama Dua Sosok Disebut-sebut di Balik Aktivitas PETI Tanoyan Selatan, Warga Minta Klarifikasi APH

 BOLMONG – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, kembali menjadi sorotan publik. Tidak hanya karena dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan, tetapi juga mencuatnya dua nama yang disebut-sebut sebagai aktor di balik operasional tambang ilegal tersebut, yakni Ali dan Lukas.

Di tengah masyarakat, lokasi tambang yang dikaitkan dengan kedua nama ini seolah memiliki “kekebalan”. Aktivitas pengerukan dan pengolahan emas berlangsung secara terbuka dan masif, namun belum terlihat adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum (APH).

Kondisi ini memicu tanda tanya besar di kalangan warga. Muncul dugaan bahwa aparat terkesan “segan” atau bahkan enggan menyentuh aktivitas tambang yang diduga melibatkan pemodal besar.

Warga setempat mengaku heran dengan situasi tersebut. Mereka menilai terjadi ketimpangan dalam penegakan hukum, dimana penambang kecil kerap menjadi sasaran razia, sementara tambang berskala besar justru tetap beroperasi tanpa hambatan berarti.

“Semua orang di sini tahu siapa yang punya alat berat dan siapa pemodalnya. Tapi kenapa aparat diam saja, Apakah karena namanya sudah besar sehingga tidak berani disentuh,” ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin (3/8/2026).

Istilah “sakti” yang beredar di tengah masyarakat pun bukan dimaknai secara harfiah, melainkan sebagai bentuk sindiran terhadap dugaan adanya impunitas atau perlindungan terhadap pihak-pihak tertentu.

Masyarakat menilai, jika penegakan hukum berjalan secara adil dan independen, seharusnya tidak ada perbedaan perlakuan antara pelaku skala kecil maupun besar.

Desakan kepada aparat pun kian menguat. Warga meminta pihak kepolisian dan instansi terkait segera memberikan klarifikasi, sekaligus melakukan penindakan tegas jika ditemukan adanya pelanggaran hukum.

“Kami tidak minta perlakuan khusus, kami hanya ingin keadilan. Kalau melanggar hukum, proses saja. Jangan rakyat kecil terus yang jadi korban, sementara yang besar dibiarkan,” tegas seorang tokoh masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak APH terkait dugaan keterlibatan nama-nama yang disebutkan. Namun, sikap tersebut justru memicu spekulasi di tengah publik.

Kini, masyarakat menunggu langkah konkret aparat penegak hukum untuk membuktikan komitmen dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu, serta melindungi lingkungan dari aktivitas tambang ilegal yang kian meresahkan. (Lamk)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.