Antisipasi Penyebaran Hantavirus, Rutan Kotamobagu Gandeng Dinkes Gelar Edukasi Kesehatan

KOTAMOBAGU – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kotamobagu bergerak cepat melakukan langkah mitigasi kesehatan komunal di lingkungan blok hunian. Merespons instruksi dari pimpinan pusat terkait kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus baru, pihak Rutan menggelar sosialisasi intensif pencegahan Hantavirus bagi seluruh warga binaan, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan preventif yang dipusatkan di lapangan olahraga Rutan tersebut diikuti sebanyak 407 warga binaan, baik laki-laki maupun perempuan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini sekaligus perlindungan kesehatan di tengah tingginya interaksi komunal di dalam Rutan.

Dalam pelaksanaannya, Rutan Kotamobagu bersinergi dengan tim medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kotamobagu. Kehadiran tenaga kesehatan ini bertujuan memberikan pemahaman berbasis ilmiah terkait karakteristik virus, jalur penularan, hingga langkah-langkah pencegahan yang efektif.

Kepala Rutan Kotamobagu, Aris Yuliyanta, menegaskan bahwa edukasi menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas kesehatan di lingkungan tertutup seperti Rutan.

“Karena ini adalah virus baru yang mendapat atensi khusus dari pusat, fokus kami mutlak pada pencegahan (prevention). Kami mengurai anatomi virus ini secara transparan kepada warga binaan: apa itu Hantavirus, bagaimana vektor penularannya melalui tikus, hingga bagaimana metode pencegahannya,” Ujar Aris Yuliyanta saat ditemui awak media ini diruang kerjanya.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif, terutama saat sesi dialog. Salah satu isu yang mencuat adalah terkait kebiasaan sebagian masyarakat yang mengkonsumsi daging tikus. Menanggapi hal tersebut, tim Dinkes memberikan penjelasan medis yang rasional agar tidak menimbulkan kepanikan, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.

​”Pihak Dinkes tadi meluruskan bahwa secara epidemiologis, tidak semua jenis tikus membawa virus ini. Namun, langkah mitigasi terbaik adalah memutus mata rantai potensinya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Aris menekankan bahwa strategi paling efektif yang diterapkan di dalam Rutan adalah penguatan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penerapan ini mencakup disiplin individu hingga kebersihan kolektif di dalam blok hunian.

​”Kuncinya ada pada penerapan PHBS secara ketat. Mulai dari disiplin mencuci tangan menggunakan sabun hingga menjaga kebersihan kolektif di setiap kamar dan barak hunian. Logikanya sederhana, jika lingkungan kita bersih dan sanitasi terjaga, tikus tidak akan menjamah atau bersarang di area tersebut. Intinya adalah menjaga kesehatan pribadi dan kebersihan lingkungan sekitar secara konsisten,” pungkasnya. (Lamk)

 

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.