KOTAMOBAGU – Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Yasti Soepredjo Mokoagow, melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Tahap IV yang berlangsung di Masjid Agung Baitul Makmur Kotamobagu, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan tersebut diikuti perwakilan ibu-ibu BKMT dari seluruh wilayah Bolaang Mongondow Raya, meliputi empat kabupaten dan satu kota.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh dialog. Para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai Empat Pilar Kebangsaan, tetapi juga diajak berdiskusi tentang peran perempuan dalam menjaga persatuan, memperkuat nilai keagamaan, serta membangun keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Dalam pemaparannya, Yasti menekankan bahwa nilai-nilai kebangsaan sesungguhnya telah tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat sejak lama. Karena itu, masyarakat tidak perlu memandang Empat Pilar Kebangsaan sebagai sesuatu yang sulit dipahami.
“Empat Pilar Kebangsaan bukan konsep yang jauh dari kehidupan masyarakat. Nilai-nilai tersebut sudah hidup dalam budaya dan tradisi kita, terutama semangat kebersamaan, gotong royong, serta saling menghargai satu sama lain,” ujar Yasti.
Mantan Bupati Bolaang Mongondow dua periode itu menjelaskan, penguatan wawasan kebangsaan harus dimulai dari lingkungan keluarga dan komunitas. Menurutnya, peran kaum ibu sangat strategis dalam menanamkan nilai-nilai persatuan kepada generasi muda.

“Ibu-ibu memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak-anak. Dari rumah tangga yang kuat akan lahir generasi yang mencintai bangsa, menghormati perbedaan, dan menjunjung tinggi nilai persatuan,” katanya.
Yasti juga mengajak peserta untuk memahami Empat Pilar Kebangsaan melalui contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga lebih mudah diterapkan dalam aktivitas sosial maupun keagamaan.
“Kita tidak perlu melihat Empat Pilar Kebangsaan sebagai sesuatu yang rumit. Memelihara kerukunan, membantu tetangga yang membutuhkan, menjaga persaudaraan, dan bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah adalah bagian dari pengamalan nilai-nilai kebangsaan,” ungkapnya. (irgi)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.