TCL 2026: Bintang Muda Matali Bungkam ZM FC Bolsel 3-1
KOTAMOBAGU – Tim tuan rumah BMM FC Kelurahan Matali tampil perkasa dengan menaklukkan ZM FC Bolsel 3-1 pada lanjutan Turnamen Totabuan Champions League (TCL) 2026, yang digelar di Lapangan Nunuk, Kelurahan Matali, Sabtu (11/7/2026).
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung menyuguhkan permainan terbuka. Laga berlangsung dalam tempo tinggi dengan aksi saling serang, terlebih kedua kesebelasan diperkuat sejumlah eks pemain Liga Indonesia yang membuat kualitas pertandingan semakin berkelas.
Meski mendapat tekanan dari ZM FC Bolsel, BMM Matali mampu tampil lebih dominan di hadapan pendukungnya sendiri. Kebuntuan akhirnya pecah di babak kedua, tepatnya pada menit ke-50, melalui aksi gelandang serang Chriswandy Mohibu yang sukses memanfaatkan peluang dan membawa BMM unggul 1-0.
ZM FC Bolsel tidak tinggal diam. Mereka terus menekan hingga akhirnya mampu menyamakan kedudukan lewat gol Mohamad Rifal pada menit ke-87, yang sempat membuat laga kembali memanas.
Namun, BMM Matali menunjukkan mental juara di penghujung pertandingan. Di masa injury time, Sahrul Muais sukses mengeksekusi penalti pada menit 90+ untuk membawa BMM kembali unggul. Tak lama berselang, Yandi Dilapangan memastikan kemenangan dengan gol cantik yang mengunci skor menjadi 3-1.
Atmosfer Lapangan Nunuk pun semakin bergemuruh dengan sorak sorai suporter yang memadati arena pertandingan, menjadikan laga ini salah satu duel paling menarik di TCL 2026.
Pelatih kepala BMM FC Matali, Novri Kalengkongan, mengaku bersyukur atas kemenangan tersebut meski timnya belum tampil dengan kekuatan penuh.
“Alhamdulilah atas kerja keras semua pemain kita bisa menang walaupun dengan materi pemain yang belum lengkap bisa menang sesuai dengan target tim, namun tetap ada evaluasi untuk menghadapi pertandingan selanjutnya,” ujar Novri.
Ia juga menyoroti penerapan teknologi VAR dalam pertandingan yang dinilai sudah sesuai prosedur.
“Untuk penggunaan Var sudah sesuai dengan hasil meeting yang dihadiri semua manajer tim, karena penggunaan Var itu ada yang perlu di cek dan ada juga yang tidak perlu, seperti gol balasan dari ZM FC Bolsel itu tidak perlu dicek lagi karena tidak ada sentuhan atau pelanggaran,”ucapnya.
Sementara itu, pelatih ZM FC Bolsel, Randi Sampir, tetap memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan turnamen.
“kami sangat mendukung kegiatan seperti ini, karena merupakan terobosan – terobosan yang sangat penting untuk kemajuan sepakbola di Bolaang Mongondow raya. Tim kami mempersiapkan para pemain yang berkualitas serta official yang terpilih sekaligus penampilan anak – anak luar biasa namun memang masih ada kendala non teknis yang membuat para pemain hilang semangat dengan belum maksimalnya kepemimpinan wasit,”ungkap Randi.
Ia juga menilai penggunaan VAR menjadi langkah maju bagi sepak bola daerah.
“Penggunaan teknologi Var ini memang sudah wajib diterapkan di dunia sepak bola khususnya di daerah BMR dan itu luar biasa,”tambahnya.
Ketua TCW Kotamobagu sekaligus sponsor utama TCL 2026, Michael Solat Bibisa, menegaskan bahwa turnamen ini tidak sekadar ajang olahraga, tetapi memiliki dampak sosial yang luas.
“Turnamen Totabuan Champions League digelar karena sepak bola bukan lagi sekadar cabang olahraga, melainkan telah bertransformasi menjadi fenomena sosial yang mampu menggerakkan massa, membangun karakter, dan menyatukan peradaban di tanah Totabuan Bolaang Mongondow Raya. Olahraga ini memegang peran strategis sebagai sarana hiburan sehat, memacu ekonomi lokal, serta instrumen efektif untuk mengarahkan energi positif bagi generasi muda,” ujar Michael.
Ia juga menambahkan bahwa TCL diharapkan mampu menghadirkan standar baru dalam pengelolaan kompetisi yang profesional, aman, dan bermartabat.
“Turnamen ini tidak hanya melahirkan juara di atas lapangan, tetapi juga menciptakan standar baru dalam pengelolaan kompetisi yang profesional, aman, dan bermartabat. Kepada seluruh penonton dan suporter, mari kita menjadi tuan rumah yang baik dengan menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan selama turnamen berlangsung,” tandasnya.
Michael pun menutup dengan memberikan semangat kepada seluruh peserta.
“Selamat bertanding kepada delapan kesebelasan terbaik. Mari kita raih prestasi dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” tutupnya.
Turnamen TCL 2026 sendiri terus menghadirkan pertandingan-pertandingan berkualitas dengan atmosfer tinggi. Duel antar tim bertabur pemain bintang menjadi daya tarik utama yang selalu dinanti para pecinta sepak bola di Bolaang Mongondow Raya. (Lamk)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.