Di Tondano, Yasti Mokoagow Tekankan Peran BKMT Sulut dalam Menjaga Persatuan

MINAHASA – Pengurus dan anggota Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Sulawesi Utara mengikuti kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang disampaikan oleh Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Yasti Soepredjo Mokoagow (YSM), Selasa, 10 Februari 2026.

Pengurus dan anggota Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Sulawesi Utara mengikuti kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang disampaikan Anggota MPR RI Yasti Soepredjo Mokoagow di Masjid Agung Al Falah, Tondano, Minahasa, Selasa (10/2/2026) (foto: tim ysm)

Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Agung Al Falah Kyai Mojo, Kampung Jawa, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa tersebut merupakan sosialisasi tahap II (Dua) untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Dalam pemaparannya, Yasti menekankan pentingnya Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila harus terus kita amalkan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di tengah keberagaman yang ada,” ujar Yasti.

Menurutnya, lingkungan majelis taklim memiliki peran penting dalam membangun akhlak sekaligus memperkuat karakter kebangsaan di tengah masyarakat.

“Majelis taklim tidak hanya menjadi tempat pembinaan keagamaan, tetapi juga berperan dalam menanamkan nilai kebangsaan dan persatuan,” katanya.

Suasana kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI oleh Anggota MPR RI Yasti Soepredjo Mokoagow bersama pengurus dan anggota BKMT Sulawesi Utara di Masjid Agung Al Falah, Tondano, Minahasa, Selasa (10/2/2026) (foto: tim ysm)

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan pemahaman mengenai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi yang menjadi pedoman dalam menjalankan hak dan kewajiban warga negara, termasuk menjamin kebebasan beragama serta perlindungan hukum bagi seluruh masyarakat.

Yasti juga menegaskan bahwa menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak hanya dilakukan melalui kekuatan pertahanan negara, tetapi juga melalui penguatan persaudaraan dan toleransi di tengah masyarakat.

“Menjaga NKRI bukan hanya tugas pemerintah atau aparat negara, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat melalui sikap toleransi dan saling menghormati,” jelasnya.

Pada pembahasan mengenai Bhinneka Tunggal Ika, Yasti mengingatkan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya di Sulawesi Utara merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama.

“Keberagaman yang ada harus menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan bangsa, bukan justru menjadi alasan untuk terpecah,” tambahnya. (irgi)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.