Tampil Dominan, Mutiara Hitam FC Gilas Bonawang FC Tiga Gol Tanpa Balas

KOTAMOBAGU – Penampilan impresif ditunjukkan Mutiara Hitam FC Desa Lobong saat menghadapi Bonawang FC dalam lanjutan Grup A Turnamen Totabuan Champions League (TCL) 2026. Bermain di Lapangan Nunuk, Kelurahan Matali, tim asal Lobong tampil dominan dan sukses meraih kemenangan telak dengan skor 3-0, Selasa (14/7/2026).

Sejak peluit awal dibunyikan, Mutiara Hitam langsung mengambil inisiatif serangan. Permainan cepat yang dikombinasikan dengan kerja sama antar lini membuat pertahanan Bonawang FC kewalahan menghadapi tekanan bertubi-tubi.

Gol pembuka lahir cepat pada menit ke-10 melalui aksi Kliv Momintan. Skema serangan rapi yang dibangun Mutiara Hitam sukses menembus lini belakang Bonawang dan mengubah skor menjadi 1-0.

Keunggulan tersebut semakin meningkatkan kepercayaan diri para pemain Mutiara Hitam. Mereka terus menekan hingga menjelang akhir babak pertama. Hasilnya, dua gol tambahan berhasil diciptakan, masing-masing melalui gol bunuh diri Arjun Usman serta gol Vijay Laurens pada menit ke-48, yang sekaligus memastikan kemenangan 3-0 bagi Mutiara Hitam.

Kemenangan ini menjadi sinyal kebangkitan bagi Mutiara Hitam Lobong setelah sebelumnya sempat meraih hasil kurang maksimal. Tambahan tiga poin membuka peluang mereka untuk bersaing di papan atas klasemen Grup A TCL 2026.

Manajer Mutiara Hitam Lobong, Arpandi Mokodongan, mengaku bersyukur atas hasil yang diraih timnya.

“alhamdulillah berkat perjuangan dari para pemain sehingga kami bisa menang, tanpa perjuangan dari para pemain tidak mungkin kami bisa menang tetap semangat dan terima kasih buat suporter – suporter mutiara Hitam,” ujar Arpandi.

Sementara itu, Pelatih Kepala Bonawang FC, Andi Daun, mengungkapkan bahwa timnya menghadapi kendala dalam laga tersebut.

“secara matematis dengan tidak hadirnya putra Jaton di pertandingan kedua bisa dipastikan tiga tim ini yang pasti lolos di enam besar, kita tunggu sanksi dari panitia sesuai hasil Technical meeting, untuk hasil hari ini kita terkendala dengan ketidakhadiran empat pemain dan pasti untuk pertandingan selanjutnya harus All out memang,” ujar Andi.

Mantan pemain Persibom Bolmong itu juga mengapresiasi penggunaan teknologi VAR dalam turnamen TCL 2026.

“Dengan adanya VAR menjadi motivasi semua tim dan para pemain lebih bagus lagi sepak bola di kota Kotamobagu dan untuk kepemimpinan wasit cukup puas karena TCL sudah memakai VAR,” ucapnya.

Ketua TCW Kotamobagu sekaligus sponsor utama TCL 2026, Michael Solat Bibisa, menegaskan bahwa turnamen ini tidak sekadar ajang olahraga, tetapi memiliki dampak sosial yang luas.

“Turnamen Totabuan Champions League digelar karena sepak bola bukan lagi sekadar cabang olahraga, melainkan telah bertransformasi menjadi fenomena sosial yang mampu menggerakkan massa, membangun karakter, dan menyatukan peradaban di tanah Totabuan Bolaang Mongondow Raya. Olahraga ini memegang peran strategis sebagai sarana hiburan sehat, memacu ekonomi lokal, serta instrumen efektif untuk mengarahkan energi positif bagi generasi muda,” ungkap Michael.

Ia juga menambahkan bahwa TCL diharapkan mampu menghadirkan standar baru dalam pengelolaan kompetisi yang profesional, aman, dan bermartabat.

“Turnamen ini tidak hanya melahirkan juara di atas lapangan, tetapi juga menciptakan standar baru dalam pengelolaan kompetisi yang profesional, aman, dan bermartabat. Kepada seluruh penonton dan suporter, mari kita menjadi tuan rumah yang baik dengan menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan selama turnamen berlangsung,” tandasnya.

Michael pun menutup dengan memberikan semangat kepada seluruh peserta.

“Selamat bertanding kepada delapan kesebelasan terbaik. Mari kita raih prestasi dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” tutupnya.

Turnamen TCL 2026 sendiri terus menghadirkan laga-laga menarik dan penuh gengsi, dengan sejumlah tim bertabur pemain bintang yang turut meramaikan kompetisi sepak bola paling bergengsi di Bolaang Mongondow Raya tersebut. (Lamk)

 

 

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.