Program MOTABI, Sat Tahti Polres Kotamobagu Bagikan Al-Qur’an untuk Tahanan
HUKRIM – Program inovasi MOTABI (Motivasi, Tatar, dan Bina) yang digagas Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto terus menunjukkan implementasi nyata di lapangan. Tak hanya menyentuh pelayanan umum kepolisian, program ini juga hadir hingga ke ruang tahanan, membawa pendekatan humanis dan pembinaan berkelanjutan, Selasa (10/02/2026).
Komitmen tersebut tercermin dalam Kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Bulanan Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) Polres Kotamobagu yang dipimpin langsung oleh Kasat Tahti IPTU Moh. Faiz dan diikuti seluruh personel Sat Tahti.
Kegiatan ini bukan sekadar evaluasi kinerja rutin, namun menjadi ruang refleksi untuk memperkuat profesionalisme sekaligus nilai kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas.
Dalam arahannya, pimpinan menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, serta peningkatan kualitas pelayanan terhadap para tahanan. Penegasan tersebut merupakan implementasi dari aspek Tatar, yakni penataan aturan dan standar kerja agar setiap personel menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan sesuai prosedur.
Usai pelaksanaan Anev, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan langsung kondisi ruang tahanan guna memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya pengawasan yang tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga menjunjung tinggi prinsip humanis.
Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Sat Tahti Polres Kotamobagu turut melaksanakan kegiatan pemberian kitab suci Al-Qur’an kepada para tahanan. Langkah ini menjadi wujud nyata kepedulian dan pembinaan rohani, sekaligus implementasi nilai Motivasi dan Bina dalam program MOTABI.
kegiatan tersebut, para tahanan didorong untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan, serta menjadikan masa penahanan sebagai momentum perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Melalui Kasat Tahti dan jajarannya, Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto menegaskan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pembina dan pengayom masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
“Pendekatan humanis dan pembinaan harus berjalan seiring dengan penegakan hukum. MOTABI hadir untuk memastikan setiap proses berjalan dengan hati, aturan, dan tanggung jawab,” tegasnya.
Program MOTABI kembali membuktikan diri sebagai inovasi yang bukan sekadar slogan, melainkan gerakan nyata yang menyentuh hingga ke balik jeruji besi—membangun harapan, menanamkan nilai, dan membina masa depan. (Lamk)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.