Kartini Kotamobagu Bersinar di Eropa, Rindah Gaib Mokoginta Raih Penghargaan Bergengsi di Belanda

DEN HAAG, BELANDA – Semangat Kartini masa kini benar-benar terpancar dari sosok Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Kotamobagu, Rindah Gaib Mokoginta. Dalam ajang bergengsi Kartini Indo Feest 2026 yang digelar di Den Haag Belanda, delegasi Kotamobagu sukses mencuri perhatian masyarakat Eropa sekaligus membawa pulang penghargaan prestisius dari panitia penyelenggara.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi aktif serta dedikasi luar biasa dalam mempromosikan kekayaan budaya Nusantara dan inovasi produk lokal ke panggung internasional.
Sorotan utama dalam pameran ini adalah deretan kain bermotif khas Kotamobagu yang ditampilkan dengan penuh filosofi.

Menariknya, seluruh motif yang dipamerkan merupakan hasil desain orisinal Rindah Gaib Mokoginta. Karya tersebut tidak hanya menjadi produk fashion, tetapi juga media yang merepresentasikan nilai kehidupan, kekayaan alam, serta identitas masyarakat Bolaang Mongondow.

Dengan penuh haru, Rindah menyampaikan rasa syukur atas apresiasi yang diberikan publik Eropa.

“Penghargaan ini adalah kado untuk seluruh masyarakat Kotamobagu, khususnya kaum perempuan dan pelaku UMKM. Melalui motif ini, saya ingin menunjukkan bahwa produk daerah memiliki kualitas yang mampu bersaing di level global. Kita tidak hanya membawa kain, tapi juga membawa martabat dan jati diri daerah ke jantung Eropa,” ujarnya penuh semangat, Senin (27/4/2026).

Tak hanya pameran produk, delegasi Kotamobagu juga menampilkan Tari Kabela yang memukau pengunjung festival. Gerakan yang anggun dipadukan dengan busana khas yang megah menjadi simbol penghormatan sekaligus keterbukaan budaya kepada dunia internasional.

Penampilan tersebut sukses membangun daya tarik emosional bagi warga asing, sekaligus membuka peluang promosi sektor pariwisata Sulawesi Utara yang semakin dikenal di mata dunia. Keberhasilan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong pembangunan daerah berbasis ekonomi kreatif.

Partisipasi TP-PKK Kotamobagu membuktikan bahwa organisasi perempuan tidak hanya berperan dalam kegiatan sosial, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi melalui inovasi dan kreativitas.

Kehadiran di Belanda menjadi langkah “jemput bola” dalam memperkenalkan standar kualitas produk lokal kepada pasar internasional. Dengan diraihnya penghargaan ini, kepercayaan global terhadap produk kerajinan tangan asal Kotamobagu dipastikan semakin meningkat.

Selain itu, perpaduan antara kekuatan seni seperti Tari Kabela dan inovasi motif kain menjadi bentuk rebranding budaya lokal agar tetap relevan, khususnya bagi generasi muda dan masyarakat dunia.

“Kami tidak akan berhenti di sini. Event di Belanda ini adalah pintu pembuka. Sepulangnya dari sini, kami akan terus membina para pengrajin hingga ke tingkat desa dan kelurahan agar kualitas produk tetap konsisten dan siap memenuhi permintaan pasar dunia,” Pungkasnya.

Keberhasilan di Kartini Indo Feest 2026 ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat Kotamobagu untuk terus berinovasi tanpa melupakan akar budaya. Prestasi ini menjadi bukti bahwa dari daerah, karya besar mampu mendunia dan mengharumkan nama bangsa di tanah Eropa. (Lamk)

 

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.