Gubernur Yulius Selvanus: Ekonomi Sulut Tumbuh Kuat, Ekspor dan Kesejahteraan Masyarakat Meningkat

SULUT – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), menyampaikan bahwa kinerja ekonomi daerah terus menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data publikasi Sulawesi Utara Dalam Angka 2026, berbagai indikator ekonomi daerah mengalami peningkatan, mulai dari nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), ekspor, hingga penurunan angka kemiskinan.

Flyer Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (official pemprov sulut)

Menurut Gubernur Yulius, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, serta dukungan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara menunjukkan tren yang baik. Ini menjadi bukti bahwa pembangunan yang dilakukan mampu memberikan dampak bagi perekonomian daerah,” kata Gubernur Yulius.

Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025 nilai PDRB Sulawesi Utara atas dasar harga berlaku mencapai Rp204,75 triliun. Sementara itu, laju pertumbuhan ekonomi tercatat 5,66 persen, menunjukkan stabilitas ekonomi daerah.

Flyer Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (official pemprov sulut)

Selain itu, nilai PDRB per kapita juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2025, rata-rata nilai ekonomi per orang mencapai Rp75,24 juta per tahun, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka Rp69,35 juta.

Gubernur Yulius mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi yang terus berkembang di berbagai sektor.

“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa perekonomian daerah terus bergerak. Pemerintah akan terus menjaga stabilitas dan mendorong sektor-sektor produktif agar semakin berkembang,” ujarnya.

Flyer Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (official pemprov sulut)

Di sektor perdagangan internasional, produk asal Sulawesi Utara juga menunjukkan daya saing yang semakin kuat. Sepanjang tahun 2025, nilai ekspor Sulut mencapai US$1.236,40 juta, atau meningkat 48,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tiga komoditas utama yang mendominasi ekspor daerah yakni lemak dan minyak hewani atau nabati, ikan, krustasea dan moluska serta olahan daging dan ikan. Produk-produk tersebut dipasarkan ke berbagai negara, dengan Tiongkok, Belanda, dan Filipina sebagai tujuan utama.

Menurut gubernur, peningkatan ekspor menunjukkan bahwa produk daerah semakin diterima di pasar internasional.

“Ini menunjukkan bahwa produk-produk Sulawesi Utara memiliki kualitas dan daya saing di pasar global. Pemerintah akan terus mendukung pengembangan sektor ekspor,” katanya.

Di sisi lain, indikator kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan perkembangan positif. Hingga September 2025, jumlah penduduk miskin di Sulawesi Utara tercatat 172,13 ribu orang. Angka tersebut menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir.

Jumlah tersebut juga mengalami penurunan sekitar 1,71 ribu orang dibandingkan data pada Maret 2025.

Gubernur Yulius menegaskan bahwa penurunan angka kemiskinan menjadi salah satu indikator penting dalam pembangunan daerah.

“Penurunan angka kemiskinan bukan sekadar data statistik. Ini menggambarkan bahwa semakin banyak masyarakat yang keluar dari garis kemiskinan,” ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah provinsi akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

“Pemerintah daerah berkomitmen menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif sehingga kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara dapat terus meningkat,” kata Gubernur. (Midi/advertorial)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.