Bersinergi, Pemkot Kotamobagu Terima Kunjungan Kerja Kepala BPS Sulut

KOTAMOBAGU – Pemkot Kotamobagu menerima kunjungan kerja  Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara (Sulut), Asim Saputra, bersama para jajarannya di Kantor Wali Kota Kotamobagu, Senin (6/2/2023).

Kunjungan tersebut disambut oleh Sekda Kotamobagu, Sofyan Mokoginta (mewakili Wali Kota), Asisten II Setda, Siti Rafiqah Bora, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kepala BPS Sulut, Asim Saputra, mengatakan, kunjungan BPS ini sebagai suport kepada Pemkot Kotamobagu memberikan masukan terkait strategi pengendalian inflansi di Kotamobagu.

“Kita mengambil pengalaman di tahun 2022, muda -mudahan di tahun 2023 pengendalian inflansi akan lebih baik,” katanya, kepada awak media di Kantor Wali Kota Kotamobagu, Senin (6/2/2023).

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Kotambagu melalui jajaran OPD yang antusias mendengarkan terkait pengendalian inflasi kedepan.

“Kami berharap pertemuan dengan Pemkot Kotamobagu akan terus memperkuat kolaborasi, kerja sama, agar pemerintah itu mendapatkan pasokan data kebutuhan perencanaan kebijakan yang lebih presisi sehingga kebijakan perencanaan pembangunan lebih tepat sasaran dan lebih berpihak kepada masyarakat,” harap Asim.

Sekda Kotambagu, Sofyan Mokoginta mengatakan kunjungna BPS Sulut ini dalam rangka koordinasi dan sinergi terkait data yang dirilis oleh  BPS.

Dikatakan Sekda, Kunjungan BPS Sulut ini difasilitasi oleh Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sulut, Lukman Lapadengan.

Menurutnya, dalam pertemuan dengan  kepala BPS  dijelaskan terkait kondisi inflansi Kotamobagu. Komoditi-komoditi apa saja yang berpengaruh di inflansi, kemudian sekaligus bagaimana menekan trik-trik maupun mengendalikan inflansi.

“Tadi sudah berbagi pengalaman, trik, apa yang mereka (BPS) lakukan di Manado. In Sya Allah apa yang menjadi masukan tadi bisa kita jadikan rekomendasi pengambilan kebijakan ke depan. Berharap, pemkot kotamobagu terus dapat bersinergi dengan baik dengan BPS sebagai instansi yang mempunyai kewenangan dalam data, karena data ini menjadi data yang presisi, akurat, dan menjadi acuan perencanaan dan inflementasi pembangunan kedepan, ” kata Sofyan. (Abdul Marham/ Viky T)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.