MANADO — Sosok Daniela Vanessa Wowor, S.H mencuri perhatian dalam momentum wisuda lulusan sarjana Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) pada, Kamis, 20 Agustus 2026.
Wisudawan Fakultas Hukum Unsrat yang akrab disapa Tata itu bukan hanya berhasil menyelesaikan studinya dengan predikat Cum Laude, tetapi juga mencatat prestasi akademik gemilang dengan IPK 4,00 sekaligus menjadi lulusan terbaik Fakultas Hukum Unsrat.
Prestasi tersebut menjadi semakin istimewa karena di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, Daniela juga dipercaya memimpin ALSA (Asian Law Students’ Association), organisasi internasional yang menjadi wadah mahasiswa hukum di kawasan Asia.
Kiprah Daniela tidak hanya berhenti di ruang kuliah. Sejak usia sekolah, ia telah memperlihatkan kemampuan akademik, seni, kepemimpinan, serta keberanian tampil di hadapan publik.

Sang ayah, Patrick Wowor, mengatakan bahwa sejak kecil Tata telah menunjukkan karakter yang kuat, multitalenta, serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
Jejak prestasinya sudah terlihat sejak sekolah dasar. Tata pernah meraih juara dalam lomba vokal grup Piala Gubernur. Ketika menempuh pendidikan di SMP Don Bosco Manado, ia turut mengukir prestasi dengan meraih medali perak dalam Festival Choir di Singapura.
Bakat kepemimpinannya kemudian semakin terlihat ketika duduk di bangku SMA Kristen Manado. Tata dipercaya menjadi Ketua OSIS, pengalaman yang menjadi salah satu bekal penting dalam membangun kemampuan komunikasi dan kepemimpinannya.
Memasuki Fakultas Hukum Unsrat, prestasi Tata semakin berkembang. Ia berhasil menjadi Juara 1 Lomba Debat Hukum Piala Mahkamah Agung RI. Dalam berbagai kompetisi debat hukum lainnya, ia juga dipercaya mewakili Fakultas Hukum Unsrat di sejumlah kota di Pulau Jawa hingga kompetisi di luar negeri dan berhasil meraih prestasi terbaik.
Salah satu pencapaian penting dalam perjalanan kemahasiswaannya terjadi pada 2025. Melalui proses pemilihan yang ketat, Daniela dipercaya mengemban amanah sebagai Presiden ALSA.

Posisi tersebut mempertemukan dirinya dengan jejaring mahasiswa hukum dari berbagai negara di Asia sekaligus memperluas pengalaman Daniela dalam forum-forum internasional.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya di Unsrat, Daniela dijadwalkan bertolak ke Korea Selatan untuk menghadiri proses serah terima jabatan dalam kepemimpinan ALSA.
Pengalaman internasional tersebut melengkapi perjalanan akademiknya. Daniela juga tercatat pernah menjalani satu semester perkuliahan di Durham University, Inggris.
Di balik berbagai pencapaian tersebut, keluarga menjadi bagian penting dari perjalanan Daniela.
Patrick Wowor menuturkan bahwa semangat pantang menyerah yang dimiliki Tata seakan memiliki akar kuat dalam keluarga. Salah satunya berasal dari sang kakek, Ben Wowor, yang dikenal sebagai saksi sekaligus penulis utama sejarah perjuangan dalam Peristiwa Heroik Merah Putih 14 Februari 1946 di Sulawesi Utara.
Sementara itu, bakat seni Daniela juga tumbuh dalam lingkungan keluarga. Ia dikenal menguasai sejumlah alat musik, di antaranya gitar, piano, keyboard, dan biola.
Sang ibu, Penatua Dr. Grace J. Waleleng, M.Si., yang merupakan Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unsrat serta Sekretaris Jemaat GMIM Bukit Sion Taas Manado, disebut turut menjadi bagian penting dalam lingkungan yang membentuk kecintaan Daniela terhadap seni dan komunikasi. (Ramon)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.