Isu “Upeti Fantastis” Seret Nama Kapolres Boltim Dipastikan Hoaks
BOLTIM — Isu miring yang menyeret nama Kapolres Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Golfried Hasiholan Pakpahan, dipastikan tidak benar alias hoaks. Tuduhan yang menyebut adanya imbalan atau “upeti fantastis” dalam pembukaan garis polisi (police line) di lokasi pertambangan rakyat kawasan Gunung Tinggi, Desa Tobongon, Kecamatan Modayag, langsung dibantah tegas oleh berbagai pihak.
Narasi yang beredar luas di media sosial dengan kalimat provokatif “Upeti fantastis masalah selesai” menuai reaksi keras. Pemilik lahan secara terbuka membantah adanya kesepakatan maupun permintaan uang dalam bentuk apa pun terkait pembukaan police line tersebut.
Wakil Ketua GMPK Sulut, Resmol Maikel, menyebut isu tersebut sebagai upaya sistematis untuk menjatuhkan nama baik Kapolres Boltim.
“Pembukaan police line oleh Polres Boltim dilakukan setelah melalui pendekatan kemanusiaan dan pertimbangan sosial. Aktivitas tambang rakyat di Gunung Tinggi menjadi satu-satunya sumber penghidupan bagi banyak keluarga,” tegas Resmol.
Ia menduga, isu tersebut sengaja digulirkan oleh oknum tertentu yang ingin menggiring opini publik agar lokasi tambang kembali ditutup. Menurutnya, narasi yang dibangun tidak berdasar dan berpotensi memecah belah masyarakat.
Resmol juga mengapresiasi langkah cepat dan responsif Kapolres Boltim yang turun langsung ke lapangan untuk memediasi keluarga yang bersengketa di lokasi pertambangan Tobongon. Pendekatan persuasif dinilai berhasil meredam potensi konflik yang bisa berdampak luas terhadap stabilitas sosial masyarakat setempat.
Sementara itu, Kapolres Boltim, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, menegaskan bahwa pembukaan police line di lokasi tambang rakyat tersebut murni dilakukan atas dasar kemanusiaan dan kepentingan sosial.
“Pembukaan police line dilakukan semata-mata untuk kepentingan kemanusiaan, agar masyarakat penambang bisa kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Tidak ada imbalan, tidak ada kepentingan pribadi,” tegas Kapolres.
Ia menambahkan, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi terhadap warga yang selama ini menggantungkan hidup pada aktivitas pertambangan rakyat di kawasan Gunung Tinggi.
Kapolres juga menekankan bahwa Polres Boltim tetap berkomitmen menegakkan hukum secara profesional, transparan, dan berkeadilan. Pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk tudingan tanpa dasar yang berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Dengan klarifikasi ini, masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta tetap menjaga kondusifitas daerah di tengah dinamika isu yang berkembang. (Lamk)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.