RVM bersama Ketua TIDAR Sulut Temui Keluarga Korban Tragedi Drag Race
KOTAMOBAGU – Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat (RVM) mendampingi ketua Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Sulawesi Utara, Standius Bara Prima mengunjungi keluarga Korban meninggal dunia dan Korban luka dalam insiden Drag Race di kelurahan Upai yang dilaksanakan pekan lalu.
Didampingi Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkat, anggota DPRD Sulut Dhea Lumenta, Ketua Panitia Lucky Sugeha, serta pengurus TIDAR Sulut dan Kotamobagu, Standius duduk bersama keluarga korban. Ia menyampaikan belasungkawa dan menyerahkan santunan.
“Alhamdulillah, puji Tuhan, keluarga bisa menerima kami dengan baik,” kata Standius usain kunjungan disalah satu rumah keluarga korban di Desa Bilalang III Kecamatan Bilalang Kamis (13/8/2026).
Ia mengatakan, kedatangannya membawa satu pesan utama untuk keluarga korban yakni mereka tidak sendiri menghadapi duka.
“Semoga dengan kejadian ini semuanya bisa mengikhlaskan. Ini menjadi catatan untuk semua pihak agar kita bisa menerima semuanya dengan tulus dan ikhlas,” ujarnya.
Menurut Standius, TIDAR tidak baru bergerak setelah beberapa hari tragedi berlalu. Sejak hari pertama, komunikasi dengan pengurus TIDAR di Kotamobagu telah dilakukan untuk memastikan korban dan keluarga mendapat pendampingan.
Komunikasi juga dilakukan dengan pemerintah kota Kotamobagu dengan kepolisian. Tujuannya untuk mengetahui perkembangan korban sekaligus memastikan penanganan berjalan dengan baik.
Lebih lanjut Standius Posisi TIDAR sebagai salah satu sponsor kegiatan Drag Race – Drag Bike Kotamobagu 2026 membuat mereka perlu hadir ketika musibah terjadi.
“Kami selaku pendukung acara, sponsor, juga ingin berbagi duka yang ada di Kotamobagu. Kami percaya ini semua di luar kendali kita,” ucapnya.
Sebelum tiba di rumah-rumah duka, Standius lebih dulu menemui korban yang dirawat di Manado. Ia mengatakan, bersama Wali Kota Kotamobagu dan pihak rumah sakit, mereka ikut melihat kondisi korban yang membutuhkan penanganan intensif.
“Kemarin kami sudah meninjau bersama Pak Wali Kota. Kami juga sempat bersama direktur rumah sakit untuk memastikan penanganan intensif,” ujarnya.
Sebagian korban yang dirawat di Kotamobagu menurutnya sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan, sementara yang masih dirawat akan terus mendapatkan perhatian.
“Kami akan selalu support dari segi pendampingan baik korban maupun keluarga,” ungkapnya.
Terkait dengan konsekwensi hukum yang ditimbulkan, TIDAR akan tetap menghormati seluruh proses penyelidikan dan penyidikan yang dilaksanakan aparat penegak hukum.
“Kami menghormati seluruh proses hukum yang berjalan. Untuk proses hukum tentu kami serahkan kepada yang berwajib,” katanya.
Namun, ia memastikan TIDAR tidak akan menghilang setelah suasana duka mereda. Organisasi itu, kata dia, akan tetap mengikuti perkembangan penanganan korban dan proses hukum yang berlangsung.
“Kami akan mengawal ini sampai tuntas,” tegasnya.
Standius menyadari keterlibatan TIDAR sebagai pendukung kegiatan membuat nama organisasi ikut menjadi perhatian setelah kecelakaan terjadi. Namun ia mengatakan kunjungannya kali ini tidak dimaksudkan untuk mencari pembenaran.
“Kami hari ini hadir untuk korban dan keluarga korban,”tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa TIDAR hadir bukan sekedar sponsor kegiatan, tetapi juga sebagai organisasi yang hadir ketika musibah terjadi.
“TIDAR hadir bukan hanya hari ini namun kapanpun kami akan selalu hadir,”tandasnya. (Lamk)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.