Ketua Panitia Drag Race Kotamobagu Ungkap Proses Penetapan Lintasan di Upai
KOTAMOBAGU – Dituding mengabaikan prosedur keselamatan hingga viral foto tersenyum usai pemeriksaan polisi, Ketua Panitia open Turnamen Drag Race – Drag Bike tahun 2026, Lucky Sugeha, akhirnya angkat bicara. Dalam konferensi pers yang digelar di Cafe Kusu-Kusu, Kelurahan Kotobangon, kecamatan Kotamobagu Timur, pada Selasa (11/08/2026).
Lucky membeberkan serangkaian fakta penting sekaligus meluruskan berbagai isu yang beredar terkait tragedi di Kelurahan Upai tersebut.
Menanggapi sorotan mengenai kelayakan lokasi, Lucky menegaskan bahwa panitia tidak asal memilih area balapan. Tiga opsi lokasi sempat diajukan sebelum akhirnya tim survei menetapkan Kelurahan Upai.
“Kami panitia mengusulkan tiga lokasi yaitu Molinow, Poyowa Kecil, dan Upai. Begitu disurvei oleh tim survei dari IMI, yang memenuhi syarat adalah Upai karena elevasinya cuma 0,7 dan itu memenuhi syarat,” jelasnya.
Ia juga meluruskan simpang siur mengenai wewenang penetapan standar teknis arena yang menurutnya menjadi ranah pengurus provinsi.
“Jadi kalau soal lintasan itu menjadi tanggung jawab IMI Provinsi. Panitia mengusulkan, kemudian mereka turun dengan tim, lalu hasil yang mereka buat itu dikirimkan kepada panitia bahwa ini memenuhi syarat,” tambahnya.
Menepis anggapan bahwa panitia ceroboh dalam hal keamanan, Lucky mengaku turun langsung memastikan pengamanan barikade bersama pemerintah lokal dan aparat sebelum laga hari terakhir dimulai.
“Sebelum kejadian itu, shalat Ashar saya sendiri yang turun mengecek lintasan dan ketemu dengan Sangadi Pontodon. Sangadi bilang aman, torang Pontodon, pemuda, so se aman sini. Pelan-pelan semua periksa barikade aman semua, baru race dimulai,” ungkapnya.
Terkait foto dirinya yang tampak tersenyum saat keluar dari ruang penyidik kepolisian dan memicu kritik publik, Lucky menegaskan hal tersebut murni bentuk keramahan kepada wartawan, bukan sikap acuh atau tak berempati atas musibah yang terjadi.
“Saya itu pribadi paling murah sekali senyum kepada siapapun, Kita senyum ke dia (wartawan), jadi jangan disalahartikan, dipelintir beritanya bahwa kita senyum seakan-akan ada berita begini. Ndak pernah ada niat dari hati kita untuk ini dengan media, karena media adalah mitra,”ungkapnya.
Di akhir keterangannya, pihak panitia memastikan tidak akan melepas tanggung jawab dan terus mendampingi para korban beserta keluarga.
“Alhamdulillah sampai dengan saat ini keluarga respons kepada kami panitia itu luar biasa. Kami melaksanakan proses secara kekeluargaan, Kami panitia tidak pernah melepas tanggung jawab. Korban yang luka-luka itu kami ongkosin biayanya,” tegasnya.
Selain menanggung biaya perawatan medis dan fasilitas rujukan ke rumah sakit, panitia juga menyerahkan santunan duka secara tunai kepada keluarga korban meninggal dunia.
“Biaya untuk santunan yang luka itu, yang 8 korban ini meninggal sudah kami sampaikan. Nominalnya sudah kami serahkan, 5 juta per jiwa,” tandasnya.
Pihak penyelenggara pun terus memfasilitasi proses klaim asuransi Jasa Raharja bagi seluruh penonton, peserta, serta panitia yang terlibat. (Lamk)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.