Hormati Korban Musibah Upai, Pemkot Kotamobagu Batasi Euforia HUT RI

KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu mulai mematangkan seluruh persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026. Namun, perayaan tahun ini akan berlangsung dalam suasana berbeda, menyusul musibah tragis yang terjadi di Kelurahan Upai pada 9 Agustus 2026.

Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor yang dipimpin langsung Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemkot Kotamobagu, Selasa (11/8/2026).

Rapat tersebut membedah berbagai agenda utama peringatan kemerdekaan, mulai dari susunan pelaksanaan kegiatan, tata cara upacara pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih, kegiatan resmi pemerintah, hingga kesiapan panitia di lapangan.

Wali Kota Weny Gaib menegaskan, koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 RI dapat berlangsung tertib, aman dan khidmat.
Menurutnya, keterlibatan Forkopimda tidak hanya sebatas agenda seremonial, tetapi menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan sesuai dengan ketentuan.

“Rapat koordinasi bersama Forkopimda ini sangat penting untuk menyatukan persepsi dan mengukur secara detail kesiapan masing-masing instansi. Kita harus ingat bahwa unsur Forkopimda, baik kejaksaan, kepolisian, TNI maupun instansi vertikal lainnya, merupakan bagian inti dari penyelenggaraan agenda negara ini,” ujar Wali kota.

Ia pun mengajak seluruh unsur terkait memperkuat kolaborasi agar pelaksanaan peringatan HUT ke-81 RI di Kotamobagu tetap berlangsung dengan penuh penghormatan terhadap nilai-nilai kemerdekaan.

“Oleh karena itu, Pemerintah Kota mengajak seluruh rekan-rekan Forkopimda untuk memperkuat kolaborasi, sehingga Peringatan HUT ke-81 RI di Kotamobagu dapat terlaksana dengan khidmat, lancar dan sesuai dengan harapan kita bersama,” katanya.

Di balik persiapan agenda kemerdekaan, Pemkot Kotamobagu mengambil kebijakan khusus. Tahun ini, kegiatan hiburan dan keramaian yang berpotensi memunculkan euforia berlebihan akan dibatasi.

Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk empati dan penghormatan kepada keluarga korban musibah tragis yang terjadi di Kelurahan Upai pada 9 Agustus lalu.

Musibah tersebut menyebabkan sejumlah warga meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Sebagian korban luka hingga kini masih menjalani perawatan medis, termasuk di Rumah Sakit Monompia Kotamobagu dan RSUP Prof. Kandou Manado.

Weny Gaib menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir, baik dalam membantu keluarga korban maupun mengawal proses penanganan warga yang masih menjalani perawatan.

“Atas nama Pemerintah Kota Kotamobagu, kami menyampaikan turut berduka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita,” ungkapnya.

“Saat ini, fokus dan konsentrasi penuh pemerintah daerah adalah memastikan bantuan bagi keluarga korban meninggal dunia terdistribusi dengan baik, serta mengawal penanganan medis bagi warga kita yang masih berjuang untuk pulih di rumah sakit Manado dan Rumah Sakit Monompia,” sambung Wali Kota.

Menurut Weny, peringatan kemerdekaan tetap harus dilaksanakan karena merupakan momentum penting bagi bangsa Indonesia. Namun, pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang sedang berduka.

“Berhubungan dengan agenda keramaian yang biasanya rutin digelar menjelang 17 Agustus, untuk tahun ini secara tegas kita batasi,” tegasnya.

Ia mengatakan, kebijakan tersebut bukan berarti menghilangkan semangat kemerdekaan, melainkan bentuk tenggang rasa terhadap keluarga korban dan masyarakat yang masih berada dalam suasana duka.

“Langkah ini kami ambil demi menjaga suasana kebatinan dan menghormati perasaan keluarga masyarakat Kota Kotamobagu dan sekitarnya yang sedang tertimpa musibah,” jelasnya.

Wali Kota memastikan agenda pokok kenegaraan, termasuk upacara peringatan HUT ke-81 RI, tetap berjalan. Hanya saja, kegiatan hiburan yang bersifat meriah akan dikurangi.

“Pada dasarnya agenda pokok kemerdekaan tetap berjalan, namun kegiatan hiburan keramaian kita kurangi agar kita semua bisa tetap menjaga tenggang rasa dan rasa empati,” pungkasnya. (Lamk)

 

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.