Hadiri Pentahbisan Gereja GMIBM Jemaat Dayanan, Weny Gaib Tegaskan Pentingnya Toleransi
KOTAMOBAGU – Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib menghadiri Pentahbisan dan Peresmian Gedung Gereja GMIBM Jemaat Dayanan kelurahan Gogagoman, kecamatan Kotamobagu barat, Minggu (25/10/2026).
Dalam sambutannya, Weny Gaib menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jemaat atas pentahbisan dan peresmian gedung gereja yang menjadi tempat beribadah sekaligus sarana mempererat persekutuan umat.
“Saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Kota Kotamobagu menyampaikan selamat kepada seluruh Jemaat Dayanan Gogagoman atas pelaksanaan Pentahbisan dan Peresmian Gedung Gereja GMIBM Jemaat Dayanan Gogagoman pada hari ini,“ ujar Wali Kota.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jemaat yang telah memberikan kesempatan kepadanya untuk hadir dan mengambil bagian dalam peristiwa penting tersebut.
Menurutnya, pentahbisan dan peresmian gedung gereja bukan hanya menjadi momen bersejarah bagi jemaat, tetapi juga kesempatan untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta terus memelihara kerukunan antar umat beragama di Kota Kotamobagu.
“Saya menyampaikan ucapan terima kasih atas undangan dan kesempatan untuk hadir dalam kegiatan pentahbisan dan peresmian Gedung Gereja GMIBM Jemaat Dayanan Gogagoman ini. Momentum yang penuh sukacita dan rasa syukur ini, juga menjadi kesempatan untuk semakin mempererat tali Persaudaraan, Kebersamaan, serta memelihara Kerukunan di Kota Kotamobagu,“ ungkapnya.
Lebih lanjut, Weny mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan memperkuat toleransi antarumat beragama. Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan merupakan kekuatan sekaligus kekayaan yang harus dijaga bersama.
Ia menyebut Kota Kotamobagu sebagai miniatur Indonesia yang mencerminkan keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, semangat saling menghormati dan menghargai perbedaan harus terus ditanamkan demi terciptanya suasana yang aman, damai, dan harmonis.
Wali Kota juga mengingatkan bahwa Provinsi Sulawesi Utara dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kerukunan. Nilai luhur tersebut, kata dia, harus senantiasa dipelihara dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya menghimbau kita semua untuk senantiasa menjaga dan memperkuat Kerukunan serta Toleransi antar Umat Beragama, karena Kota Kotamobagu merupakan miniatur Indonesia yang mencerminkan keberagaman Suku, Agama, dan Budaya,”himbaunya.
Ia menambahkan, semangat persaudaraan, kebersamaan, dan sikap saling menghormati menjadi pondasi penting dalam menjaga persatuan di tengah perbedaan.
“Provinsi Sulawesi Utara dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai – nilai Toleransi dan Kerukunan, sehingga semangat Persaudaraan, Kebersamaan, dan saling Menghormati harus terus kita pelihara demi terus terwujudnya kehidupan masyarakat yang Aman dan Damai,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Hendrik Rueben Tendean, yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Utara, membacakan sambutan yang menekankan pentingnya memaknai peresmian gereja tidak hanya dari kemegahan bangunannya, tetapi juga dari pertumbuhan iman dan kualitas kehidupan jemaat.
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa berdirinya gedung gereja merupakan bukti penyertaan Tuhan sekaligus hasil dedikasi, kerja keras, kebersamaan, dan pengorbanan tulus seluruh warga jemaat, panitia pembangunan, dukungan Sinode GMIBM, serta Pemerintah Kota Kotamobagu.
“peresmian dan pentahbisan rumah ibadah ini adalah bukti nyata penyertaan Tuhan serta wujud dedikasi kerja keras kebersamaan pengorbanan yang tulus dari seluruh warga jemaat, panitia pembangunan serta dukungan dari jajaran Sinode GMIBM dan pemerintah kota Kotamobagu,”demikian petikan sambutan Gubernur Sulawesi Utara yang dibacakan Hendrik.
Proses pembangunan gedung gereja yang megah dan indah tersebut, lanjutnya, tentu membutuhkan pemikiran, tenaga, materi, serta doa yang tidak putus-putusnya. Namun, berkat iman dan pengharapan yang teguh, berbagai tantangan dapat dilalui hingga rumah ibadah itu berdiri kokoh di tengah masyarakat Gogagoman dan Kota Kotamobagu.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kemegahan fisik bangunan harus diimbangi dengan pembangunan kualitas spiritual dan karakter umat.
“Peresmian gedung Gereja ini tidak boleh berhenti pada kemegahan fisik semata yang terpenting adalah bagaimana kemegahan sarana ibadah ini dapat diimbangi dengan pembangunan kualitas spiritual, karakter, beriman sebagai batu – batu hidup dimana gereja senantiasa harus menjadi pusat persekutuan dan pembinaan iman, menjadi mata air kedamaian dan moralitas dan sebagai pusat pelayanan sosial,”tandasnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menegaskan komitmennya untuk terus menempatkan gereja dan lembaga keagamaan sebagai mitra strategis dalam menopang pembangunan daerah.
Pembangunan, menurut sambutan tersebut, tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai spiritual.
Kota Kotamobagu dan wilayah Bolaang Mongondow Raya pun disebut memiliki peran penting dalam menjaga keberagaman yang harmonis.
Semangat “Torang Samua Basudara” serta filosofi daerah “Mototompiaan, Mototabian bo Mototanoban” dinilai menjadi nilai luhur yang harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kehadiran gedung gereja yang baru diharapkan semakin memperkokoh toleransi antarumat beragama sekaligus memperkuat kedamaian di Bumi Nyiur Melambai.
Di akhir sambutannya, Gubernur Sulawesi Utara melalui Hendrik Rueben Tendean mengajak seluruh Jemaat GMIBM Dayanan Gogagoman untuk turut berperan aktif mendukung program-program pemerintah.
Dukungan tersebut mencakup upaya menjaga ketahanan pangan, mengentaskan kemiskinan, memelihara lingkungan hidup, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pentahbisan dan Peresmian serta Pengucapan Syukur Gedung Gereja tersebut, dihadiri, Wakapolres Kotamobagu, Kompol. Romel Pontoh, Ketua BPS GMIBM, Pdt. Jemy Jan Sahiri Tangkere, anggota DPRD Kota Kotamobagu, Royke Kasenda, anggota DPRD Kota Kotamobagu. Saidin Mokoginta, Ketua BPMJ Dayanan Gogagoman, Pdt. Wilma. S. Siwu – Solang, sejumlah Pejabat Utama di lingkungan Polres Kotamobagu, serta pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu. (Lamk)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.