Akhmad Munir Terpukau Pelantikan PWI se-BMR: Belum Pernah Terjadi di Jakarta
KOTAMOBAGU – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, mendapat kesan tersendiri dari pelantikan pengurus PWI kabupaten/kota se-Bolaang Mongondow Raya (BMR) periode 2026–2029 yang digelar di halaman Kampus Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK), kawasan Sunpalk, Kota Kotamobagu, Jumat (6/11/2026).
Pelantikan yang mempertemukan empat kepengurusan PWI dalam satu panggung tersebut dinilai memiliki kemasan acara berkelas nasional. Bahkan, kemeriahan dan konsep penyelenggaraannya menjadi perhatian karena disebut sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi dalam pelantikan PWI di Jakarta.
Kehadiran Akhmad Munir bersama jajaran PWI Pusat menambah bobot kegiatan yang tidak hanya menjadi agenda pelantikan pengurus, tetapi juga memperlihatkan kemampuan organisasi wartawan di daerah menggelar acara berskala besar.
Berbeda dari pelantikan organisasi yang umumnya berlangsung formal di dalam gedung, pengukuhan pengurus PWI Kotamobagu, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Selatan, dan Bolaang Mongondow Utara kali ini dikemas dengan memadukan unsur budaya lokal, hiburan, dan kebersamaan insan pers.
Tarian Kabela, yang menjadi salah satu identitas budaya masyarakat Bolaang Mongondow raya, mengawali rangkaian acara. Penampilan Overjoyed Band turut menghidupkan suasana, sebelum DJ Datsir Mokodompit menutup kegiatan dengan hiburan musik.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, pelantikan bersama empat kepengurusan PWI menjadi bagian penting dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi kewartawanan di Bolaang Mongondow Raya.
Ketua PWI Sulawesi Utara, Sintya Nidya Christin Bojoh, memimpin langsung pelantikan pengurus PWI Kotamobagu, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), dan Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) untuk masa bakti 2026–2029.
Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan agenda Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) serta dihadiri sejumlah kepala daerah dan pejabat pemerintahan.
Terlihat hadir Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib, Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsy, Ketua TP-PKK Kotamobagu Rindah Gaib Mokoginta, unsur Forkopimda, anggota DPRD, pimpinan instansi vertikal, dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) se-BMR.
Di balik penyelenggaraan bersama tersebut, Ketua PWI Kotamobagu Konni Balamba dan Ketua PWI Bolaang Mongondow Fahmi Gobel menjadi dua figur yang menginisiasi kegiatan, dengan dukungan Ketua PWI Bolsel Viko Karinda dan Ketua PWI Bolmut Kurniawan Golonda.
Konni Balamba menegaskan bahwa keberhasilan menyelenggarakan pelantikan bersama harus diikuti dengan tanggung jawab pengurus dalam menjalankan organisasi.
“Pelantikan ini menjadi awal dari tanggung jawab besar bagi seluruh pengurus. Kami ingin PWI semakin solid, profesional, serta mampu menjadi rumah bersama bagi wartawan dalam menjaga marwah dan kehormatan profesi jurnalistik,” ungkapnya.
Sementara itu, Fahmy Gobel menilai pelantikan bersama menjadi bukti bahwa perbedaan wilayah administrasi tidak harus menghambat kerjasama antar pengurus PWI.
“Melalui momentum ini, kami berharap sinergi antarpengurus PWI di Bolmong Raya semakin kuat. Perbedaan wilayah bukan menjadi sekat, tetapi menjadi kekuatan untuk bersama-sama memajukan dunia pers,” ujarnya.
Dari wilayah selatan BMR, Viko Karinda mengingatkan bahwa kekompakan organisasi perlu dibarengi peningkatan kualitas sumber daya wartawan.
“Harapan kami, kepengurusan yang baru dilantik dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik, meningkatkan kapasitas wartawan, serta tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam setiap karya pemberitaan,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan Kurniawan Golonda. Menurutnya, kolaborasi empat daerah dalam menyelenggarakan pelantikan dapat menjadi modal untuk memperkuat organisasi ke depan.
“Ini merupakan bukti bahwa ketika seluruh elemen PWI bergerak bersama, kita mampu menghadirkan kegiatan yang besar dan berkesan. Ke depan, kami berharap PWI di Bolmong Raya semakin solid dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” katanya.
Meski pelantikan berlangsung meriah dan mendapat perhatian pimpinan PWI Pusat, tantangan sesungguhnya bagi kepengurusan periode 2026–2029 justru dimulai setelah seluruh rangkaian acara berakhir.
Pengurus di empat daerah tersebut dihadapkan pada tanggung jawab untuk membuktikan bahwa soliditas organisasi tidak berhenti pada keberhasilan menggelar kegiatan seremonial, tetapi tercermin dalam peningkatan kompetensi wartawan, kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik, dan terjaganya independensi pers.
Pelantikan berkelas nasional yang menjadi perhatian Akhmad Munir itu pun menyisakan ukuran keberhasilan yang lebih penting: sejauh mana kepengurusan baru mampu menghadirkan organisasi yang bermanfaat bagi wartawan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pers di Bolaang Mongondow Raya. (Lamk)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.