Bentrok Upai-Poopo Kembali Pecah, 8 Orang Luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

KOTAMOBAGU — Kerusuhan kembali pecah antara warga Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utarak, Kota Kotamobagu dan Desa Poopo, Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow, Minggu (27/9/2026) dini hari.

Pertikaian kembali memanas setelah sebelumnya terjadi bentrokan antar remaja pada Minggu (20/9/2026) dini hari. Upaya meredakan ketegangan yang sebelumnya dilakukan pemerintah dan aparat keamanan kembali diuji setelah kedua kelompok warga terlibat aksi saling serang.

Berdasarkan pantauan langsung Kuasa.net di lokasi, aksi saling serang mulai terjadi sekitar pukul 23.30 WITA. Kedua kelompok dilaporkan menggunakan berbagai benda sebagai senjata, di antaranya batu, parang, tombak, pana wayer, hingga senapan angin.

Situasi pun semakin tidak terkendali. Aparat keamanan bersama pemerintah setempat berupaya melerai massa dan mencegah bentrokan meluas.

Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik bersama Dandim 1303/Bolaang Mongondow Letkol Inf. Manashe Lomo, Wakapolres Kotamobagu Kompol Romel Pontoh, jajaran PJU Polres Kotamobagu, Pasi Intel Kodim 1303 BM, Muyassir dan jajaran, Camat Kotamobagu Utara Kusnadi Pobela, Camat Passi Timur Serlinda Serdy Lengkong, serta Lurah Upai Isman Ansik turun langsung ke lokasi.

Namun, banyaknya massa dari kedua belah pihak membuat situasi cukup sulit dikendalikan.

Bentrokan mulai dapat dikendalikan sekitar pukul 01.45 WITA setelah personel TNI dan Polri melakukan pendekatan kepada kedua kelompok warga yang bertikai. Situasi semakin terkendali setelah bantuan personel Brimob Inuai tiba di lokasi.

Peristiwa tersebut terjadi di tengah upaya aparat keamanan bersama pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan dan desa untuk mendamaikan kedua pihak yang sebelumnya terlibat pertikaian.

Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik kembali mengimbau masyarakat, khususnya warga Upai dan Poopo, agar tidak terpancing emosi dan tetap menahan diri.

Ia meminta masyarakat tidak melakukan tindakan sendiri dan menyerahkan penanganan persoalan kepada aparat keamanan.

“Kami menghimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi dan bersama-sama menjaga keamanan,” ujar Kapolres.

Kapolres menegaskan, setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat sebaiknya diselesaikan melalui jalur yang tepat dengan mengedepankan komunikasi dan penyelesaian secara damai.

Ia juga mengingatkan warga agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama melalui media sosial. Menurutnya, penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya berpotensi memperkeruh suasana dan memicu ketegangan baru.

“Kami berharap masyarakat tidak memperbesar persoalan. Mari kita sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” tegasnya.

Kepolisian, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan dan langkah-langkah pengamanan untuk mencegah terjadinya kembali gangguan kamtibmas.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan, sehingga dapat ditangani sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Sementara itu, Camat Passi Timur Serlinda Serdy Lengkong mengimbau masyarakat Desa Poopo untuk tetap menjaga keamanan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya.

“Saya sebagai camat Passi barat tentu menghimbau kepada seluruh masyarakat desa Poopo untuk tetap menjaga keamanan agar tetap kondusif, tidak mudah terprovokasi dengan Isu – Isu yang justru akan merugikan diri sendiri atau desa Poopo itu sendiri,”Ujar Serlinda.

Camat Kotamobagu Utara Kusnadi Pobela mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Kelurahan Upai, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban pascabentrokan.

Kusnadi meminta warga tidak melakukan tindakan atau provokasi dalam bentuk apa pun, tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya, serta mengawasi anak-anak dan remaja agar tidak terlibat dalam aksi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

Ia juga mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, RT/RW dan LPM untuk membangun komunikasi serta menjaga persatuan di lingkungan masing-masing.

Kusnadi meminta masyarakat segera melaporkan kepada aparat pemerintah, Bhabinkamtibmas atau Babinsa apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas.

“Mari kita jadikan Kelurahan Upai sebagai lingkungan yang damai, rukun, dan saling menghormati demi masa depan anak-anak kita dan kemajuan bersama. Menjaga Kamtibmas adalah Tanggung Jawab Kita Bersama,” Ujar Kusnadi.

Bentrok tersebut menyebabkan sedikitnya delapan orang mengalami luka, terdiri atas personel TNI dan warga dari kedua kelompok.

Dua anggota TNI dilaporkan terluka. Serka Debi Mokodongan, Babinsa 02/Passi, mengalami luka pada bagian mulut setelah terkena kelongsong gas air mata. Ia mendapat lima jahitan dan menjalani perawatan di RS Monompia Kotamobagu.

Sementara itu, Sertu Iwan Triyadin, Babinsa Koramil 01/Kotamobagu, mengalami pembengkakan pada lengan kiri akibat terkena lemparan batu.

Dari warga Kelurahan Upai, Anugrah mengalami luka pada hidung akibat lemparan batu dan menjalani perawatan di RS Monompia. Warga Upai lainnya, Ipan Makalungsenge, mengalami luka akibat tembakan senapan angin pada lengan kiri dan turut dirawat di rumah sakit tersebut.

Muhammad Aksa Makalalag, warga Kelurahan Biga, Kecamatan Kotamobagu Utara, mengalami luka akibat tembakan senapan angin pada bagian dagu sebelah kanan.

Sedangkan dari Desa Poopo, Jessi Laoh mengalami luka akibat senapan angin pada tangan kanan. Nohbert Along Maramis mengalami luka akibat panah wayer di bagian selangkangan sebelah kanan.

Guardian Pesik mengalami luka robek pada bagian belakang kepala akibat lemparan batu. Seluruh korban dilaporkan mendapat perawatan di RS Monompia Kotamobagu.

Bentrok juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah kendaraan. Satu unit truk Dalmas Polres Kotamobagu mengalami pecah kaca depan akibat terkena lemparan batu. Kerusakan serupa terjadi pada satu unit mobil double cabin milik Unit Presisi.

Selain itu, mobil Camat Passi Timur dilaporkan mengalami kerusakan berupa penyok serta terkena sabetan senjata tajam pada bagian pintu bagasi. (Lamk)

 

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.