Lima Kepala Daerah Duduk Satu Meja, Langkah Perjuangan Provinsi BMR Dimatangkan

KOTAMOBAGU – Perjuangan pembentukan Provinsi Bolaang Mongondow Raya (BMR) kembali memasuki babak konsolidasi. Lima kepala daerah di wilayah BMR bersama Panitia Pemekaran Bolaang Mongondow Raya (PBMR) duduk satu meja untuk mematangkan langkah perjuangan menuju terbentuknya Provinsi BMR.

Pertemuan yang mempertemukan para kepala daerah dan sejumlah elemen pejuang pemekaran tersebut digelar di Kantor Wali Kota Kotamobagu, Senin (7/9/2026).

Ketua Panitia Pemekaran BMR (PBMR), Djainudin Damopolii, yang memimpin pertemuan memberikan apresiasi atas kehadiran para bupati, wali kota, serta berbagai elemen masyarakat yang selama ini ikut mengawal perjuangan pemekaran.

Menurut Djainudin, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari konsolidasi sebelumnya sekaligus momentum untuk memperbarui berbagai data dan kajian yang menjadi dasar perjuangan pembentukan Provinsi BMR.

“Pertemuan ini adalah konsolidasi, tindak lanjut pertemuan sebelumnya. Ternyata semua bupati dan semua komponen mendukung perjuangan kita. Olehnya, perlu ada update data dari kajian kita tahun 2012 lalu,” ujar Djainudin.

Ia menegaskan, panitia akan berupaya mempercepat berbagai tahapan persiapan dengan tetap berpedoman pada ketentuan dan mekanisme yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Kita upayakan secepatnya, lebih cepat akan lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib yang mewakili para kepala daerah se-BMR menyatakan komitmen untuk bersama-sama membantu dan mengawal proses perjuangan pembentukan Provinsi BMR.

“Mewakili pimpinan daerah di lima kabupaten dan kota, kami bersepakat membantu dan mengawal pembentukan Provinsi BMR,” kata Wali Kota.

Ia juga mengungkapkan, komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga telah dilakukan. Para kepala daerah, kata dia, telah bertemu dengan Gubernur Sulut untuk menyampaikan aspirasi terkait rencana pembentukan provinsi baru tersebut.

“Kami sudah temui Pak Gubernur Sulut. Secara pribadi maupun pemerintah, Pak Gubernur memberikan kesempatan kepada kami, termasuk menyarankan lima kepala daerah untuk menemui DPR RI dan menyampaikan aspirasi rakyat BMR,” ungkapnya.

Menurutnya, dukungan dan koordinasi antar pemerintah daerah menjadi penting agar perjuangan pemekaran dapat berjalan secara terarah dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Meski semangat perjuangan terus dikonsolidasikan, Wali Kota mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tetap mengedepankan persatuan, keamanan dan ketertiban.

Ia menekankan bahwa aspirasi pembentukan Provinsi BMR harus diperjuangkan melalui jalur yang telah ditetapkan pemerintah, bukan dengan tindakan yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah.

“Untuk mencapai kesepakatan itu, tentu harus melalui koridor yang berlaku, yang telah dipersiapkan oleh pemerintah pusat, serta menghindari hal-hal yang anarkis. Yakni menjaga kekeluargaan, keamanan dan ketertiban,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan langkah melalui Panitia PBMR sebagai wadah perjuangan bersama.

“Apapun yang menjadi keinginan kita bersama, maka salurkan lewat Panitia PBMR,” pungkasnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi, Bupati Bolaang Mongondow Timur Oskar Manoppo, perwakilan Bupati Bolaang Mongondow Selatan dan Bupati Bolaang Mongondow Utara, serta pimpinan DPRD Bolmut dan Boltim.

Hadir pula Rektor IAIN, Rektor STIMIK, jajaran dan anggota Laskar Bogani Indonesia (LBI), perwakilan AP3BMR, organisasi kepemudaan (OKP), organisasi masyarakat (ormas), serta sejumlah tokoh masyarakat.

Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi sinyal bahwa perjuangan pembentukan Provinsi BMR kembali dikonsolidasikan dengan melibatkan pemerintah daerah dan komponen masyarakat secara luas. (Lamk)

 

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.