Di Tengah Duka, Lucky Sugeha Tetap Hadir Dampingi Keluarga Korban Drag Race
KOTAMOBAGU — Di tengah suasana duka yang masih menyelimuti sejumlah keluarga korban musibah Drag Race Kotamobagu, kepedulian Ketua Panitia Drag Race Kotamobagu, Lucky Sugeha, terus ditunjukkan.
Sekitar pukul 10.00 WITA, Jumat (14/8/2026), Lucky bersama tim mendatangi kediaman Enjel di Desa Bilalang 4. Kunjungan tersebut dilakukan setelah Enjel diperbolehkan pulang usai menjalani perawatan di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.
Kehadiran Lucky dan tim disambut keluarga Enjel dengan suasana penuh haru. Ayah, kakek, nenek, serta sejumlah kerabat korban turut menyambut kedatangan mereka.
Dalam pertemuan tersebut, keluarga Enjel menyampaikan dukungan kepada Lucky agar tetap kuat dan sabar menjalani setiap proses pascamusibah yang terjadi.
Di tengah kesedihan yang masih mereka rasakan, keluarga juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Lucky yang dinilai tetap hadir dan memberikan pendampingan sejak awal hingga saat ini.
Bagi keluarga, kehadiran tersebut bukan sekadar sebuah kunjungan. Di tengah masa sulit, sosok yang mau datang, mendengar, serta memberikan dukungan menjadi penguat tersendiri.
Kepedulian Lucky bersama tim juga terlihat sehari sebelumnya. Mereka menjemput Ade Rafiska bersama keluarganya, salah satu korban yang telah diperbolehkan keluar dari RS Monompia, kemudian mengantarkannya kembali ke rumah di Kelurahan Genggulang.
Sejak musibah terjadi, Lucky juga langsung mendatangi rumah duka di Bilalang Baru 3 untuk melayat almarhumah Harianti Mokoginta yang dimakamkan pada malam itu.
Salah satu momen yang menyentuh terjadi ketika Lucky memeluk kedua anak laki-laki almarhumah saat berada di rumah duka. Pelukan tersebut menjadi gambaran sederhana tentang kepedulian kepada keluarga yang tengah kehilangan orang terkasih.
Tak berhenti pada kunjungan dan pendampingan, panitia juga berupaya membantu kebutuhan keluarga korban yang meninggal dunia.
Pada Rabu (12/8/2026), Lucky bersama tim membantu kebutuhan delapan keluarga korban yang meninggal dunia dalam persiapan pelaksanaan acara takziah.
Pada malam harinya, kegiatan tersebut turut didampingi Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Asisten I dan Asisten II, Kepala Kantor Kesbangpol, Kepala Dinas PP&KB, Camat Kotamobagu Utara, Sangadi Bilalang Baru, serta penceramah Ustaz Dani Pontoh.
Langkah yang dilakukan Lucky dan tim menunjukkan bahwa tanggung jawab kepanitiaan tidak hanya berhenti pada pelaksanaan sebuah kegiatan. Ketika musibah terjadi, mereka memilih untuk tetap berada di tengah keluarga korban, mendengar keluhan, membantu kebutuhan, serta memberikan dukungan semampu mereka.
Di tengah suasana duka, kehadiran seperti ini menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan dengan kata-kata besar. Terkadang, datang dan menemani keluarga yang sedang berduka sudah menjadi bentuk dukungan yang sangat berarti.
“mendampingi keluarga korban bukan sekadar menjalankan tanggung jawab sebagai ketua panitia, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan kepada mereka yang sedang menghadapi masa paling berat,” ujar Lucky.
Di tengah duka yang belum usai, langkah Lucky dan tim menjadi pesan bahwa keluarga korban tidak berjalan sendirian. (Lamk)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.