Gubernur Yulius Selvanus Hidupkan Kembali Museum Negeri Sulut

MANADO – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus mendampingi Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meresmikan wajah baru Museum Negeri Sulut di Manado, Jumat (22/5/2026).
Revitalisasi museum tersebut diharapkan menjadi tonggak penguatan edukasi sejarah dan pengembangan wisata budaya di daerah.

Museum yang sebelumnya dikenal kurang terawat itu kini tampil modern dengan pembaruan menyeluruh pada bagian interior dan eksterior. Revitalisasi dilakukan sejak pertengahan 2025 dengan memadukan konsep arsitektur modern dan teknologi digital interaktif guna mendukung fungsi edukasi bagi masyarakat.

Gubernur Yulius Selvanus mengatakan revitalisasi museum merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya Sulawesi Utara agar tetap relevan bagi generasi muda.

“Dulu kondisinya sangat memprihatinkan bahkan sempat muncul wacana untuk dialihfungsikan. Namun kami berupaya agar museum ini tetap dipertahankan dan dikembangkan,” ujar Yulius dalam sambutannya.

Ia menambahkan, keberhasilan revitalisasi tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk kontribusi generasi muda daerah dalam proses perancangan konsep museum modern tersebut.

“Ke depan museum ini bukan hanya tempat menyimpan benda sejarah, tetapi menjadi ruang belajar, pusat literasi budaya, sekaligus destinasi wisata baru di Sulawesi Utara,” katanya.

Saat ini Museum Negeri Sulawesi Utara menyimpan sekitar 2.000 koleksi benda bersejarah yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi masyarakat sekaligus mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon memberikan apresiasi atas revitalisasi museum tersebut. Menurutnya, fasilitas dan konsep yang dihadirkan memiliki potensi menjadikan Museum Negeri Sulawesi Utara sebagai salah satu museum terbaik di Indonesia.

“Saya melihat museum ini memiliki standar yang sangat baik. Dengan pengelolaan yang tepat, museum ini bisa menjadi salah satu yang terbaik di Sulawesi bahkan nasional,” ujar Fadli Zon.

Ia juga memastikan pemerintah pusat akan memberikan dukungan lanjutan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pengembangan fasilitas kebudayaan di Sulawesi Utara pada tahun anggaran berikutnya.

Peresmian museum turut dirangkaikan dengan pertunjukan teater budaya, tarian tradisional khas Sulawesi Utara, pemberian penghargaan kepada tokoh budaya dan seniman daerah, serta penyerahan bantuan alat musik kolintang kepada sejumlah sanggar seni.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Sulawesi Utara, para kepala daerah, budayawan, seniman, dan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. (Midi)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.