Drama 5 Kartu Merah! Mufti Iskandar Bawa Bintang Muda Matali Unggul atas Persin Sinindian
KOTAMOBAGU – Pertarungan penuh gengsi tersaji dalam lanjutan Turnamen Totabuan Champions League (TCL) 2026 yang mempertemukan Bintang Muda Matali dan Persin Sinindian. Laga yang berlangsung panas ini diwarnai hujan kartu merah dan tensi tinggi sejak menit awal hingga akhir pertandingan, Minggu (2/8/2026).
Total lima kartu merah dikeluarkan wasit sepanjang laga. Tiga pemain Persin Sinindian harus meninggalkan lapangan lebih cepat, masing-masing Ricky Toubu, Sadam HI, dan Rendra Hudo. Sementara dari kubu Bintang Muda Matali, dua pemain yakni Juliardi dan Daud K. juga turut diusir keluar lapangan.
Meski berlangsung keras, kedua tim tampil cukup berimbang di babak pertama. Jual beli serangan terjadi, namun hingga turun minum skor masih bertahan 0-0.
Memasuki babak kedua, pertandingan semakin memanas. Bintang Muda Matali akhirnya memecah kebuntuan lewat aksi gemilang Mufti Iskandar. Ia sukses mencetak gol pembuka pada menit ke-56, sebelum kembali menggandakan keunggulan di menit ke-65 melalui gol indah yang tak mampu dibendung lini pertahanan Persin Sinindian.
Dua gol Mufti Iskandar tersebut menjadi penentu kemenangan Bintang Muda Matali dengan skor 2-0 hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil ini membuat Bintang Muda Matali berada di atas angin jelang leg kedua. Mereka hanya membutuhkan hasil imbang, atau bahkan kalah dengan selisih satu gol untuk memastikan tiket ke babak final TCL 2026.
Sementara itu, Persin Sinindian masih memiliki peluang, meski berada dalam tekanan. Mereka wajib meraih kemenangan dengan selisih minimal dua gol pada leg kedua jika ingin membalikkan keadaan dan melangkah ke partai puncak.
Laga penentuan yang dipastikan berlangsung sengit ini akan kembali mempertemukan kedua tim dalam Derby Kotamobagu Timur pada Rabu, 5 Agustus 2026 mendatang. Siapa yang akan mengamankan tiket ke final Semua akan terjawab di laga penentuan nanti.
Pelatih kepala Bintang Muda Matali, Novry Kalengkongan, menegaskan timnya tidak akan bermain aman pada leg kedua.
“Kami tak mau ambil risiko, dan tak pantas bermain hanya untuk menjaga keunggulan. Anak-anak saya instruksikan tampil habis-habisan dan raih hasil terbaik di setiap menit permainan,” tegas Novry.
Ketua TCW Kotamobagu, Michael Solat Bibisa yang juga sponsor utama TCL tahun 2026 ini, menegaskan bahwa penyelenggaraan TCL tidak sekadar kompetisi olahraga, melainkan memiliki makna yang lebih luas bagi masyarakat.
“turnamen Totabuan champions league digelar karena sepak bola bukan lagi sekedar cabang olahraga melainkan telah bertransformasi fenomena sosial yang mampu menggerakkan massa, membangun karakter dan menyatukan peradaban di tanah Totabuan Bolaang Mongondow Raya. Olahraga ini memegang peran strategis sebagai sarana hiburan sehat, memacu ekonomi lokal serta instrumen efektif untuk mengarahkan energi positif bagi generasi muda,”Kata Michael Bibisa.
Ia juga menambahkan bahwa TCL diharapkan mampu menghadirkan standar baru dalam pengelolaan kompetisi yang profesional, aman, dan bermartabat.
“Turnamen ini tidak hanya melahirkan juara diatas lapangan tetapi juga melahirkan standar baru pengelolaan kompetisi yang profesional, aman dan bermartabat demi kemajuan sepak bola di tanah Totabuan. Kepada seluruh penonton dan suporter mari kita menjadi tuan rumah yang baik, jaga keamanan, ketertiban dan kebersihan selama turnamen ini berlangsung,”tandasnya.
Michael pun mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta yang akan berlaga.
“Selamat bertanding kepada delapan kesebelasan terbaik. Mari kita raih prestasi dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” tutupnya. (Lamk)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.