Jumat Keliling di Poyuyanan, Kapolres Kotamobagu Bangun Kedekatan dengan Masyarakat
HUKRIM — Di tengah tekanan ekonomi dan berbagai persoalan kehidupan, menjaga iman, memperkuat ketaqwaan, serta menanamkan kesabaran menjadi kunci untuk tetap bertahan dan tidak kehilangan harapan.
Pesan penuh makna tersebut mengemuka dalam kegiatan Jumat Keliling Kapolres Kotamobagu, AKBP Abdul Kholik yang dirangkaikan dengan pelaksanaan Sholat Jumat di Masjid Al Muttaqin, Desa Poyuyanan, Kecamatan Passi Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Jumat (23/10/2026).
Mengusung semangat Polisi Bersama Masyarakat, kegiatan ini bukan sekadar agenda ibadah, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, serta memperkuat kedekatan antara kepolisian dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Aipda Susanto Abdul Kader bertindak sebagai khatib dengan mengangkat tema “Menata Hati di Tengah Ujian Kesulitan Ekonomi.”
Melalui khotbahnya, ia mengajak jamaah untuk senantiasa menguatkan iman, memelihara kesabaran, dan menjadikan ketakwaan kepada Allah SWT sebagai pegangan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Ia mengingatkan bahwa tekanan ekonomi tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan harapan, apalagi mengabaikan nilai-nilai kejujuran, kepedulian, dan persaudaraan.
Pesan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah At-Talaq ayat 2–3, yang mengingatkan bahwa Allah akan memberikan jalan keluar bagi orang-orang yang bertaqwa serta menganugerahkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Penguatan spiritual juga disampaikan melalui Surah Al-Insyirah ayat 5–6:
“Fa inna ma’al-‘usri yusra. Inna ma’al-‘usri yusra.”
Artinya, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa setiap persoalan harus dihadapi dengan kesabaran, doa, dan ikhtiar. Di sisi lain, masyarakat juga diajak untuk memperkuat solidaritas dan saling membantu agar beban kehidupan terasa lebih ringan ketika dihadapi bersama.
Kehadiran Kapolres Kotamobagu bersama jajaran disambut hangat oleh jamaah Masjid Al Muttaqin dan Pemerintah Desa Poyuyanan.
Sangadi Poyuyanan, Rustam Mokodompit, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kunjungan Kapolres beserta rombongan yang telah memilih Desa Poyuyanan sebagai lokasi pelaksanaan program Jumat Keliling.
“Atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan Kapolres Kotamobagu bersama jajaran yang telah melaksanakan Sholat Jumat Keliling di desa kami,” ungkap Rustam.
Penyambutan tersebut turut dihadiri Sekretaris Desa, Ketua BPD, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para pemuda Desa Poyuyanan.
Dalam sambutannya, AKBP Abdul Kholik mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT karena dapat bersilaturahmi sekaligus menunaikan ibadah bersama masyarakat Desa Poyuyanan.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari pemerintah desa dan jamaah Masjid Al Muttaqin.
Menurutnya, program Jumat Keliling merupakan salah satu upaya Polri untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Kehadiran polisi tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan keagamaan, komunikasi, serta silaturahmi yang membangun hubungan harmonis dengan warga.
Kapolres menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Polres Kotamobagu yang sejalan dengan arahan Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto dan Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol. Yudo Hermanto.
Pelaksanaan Jumat Keliling di Masjid Al Muttaqin juga menjadi kunjungan perdana Kapolres Abdul Kholik bersama jajaran dalam menjalankan program tersebut di Desa Poyuyanan.
Melalui kegiatan ini, Polres Kotamobagu berharap hubungan antara Polri, pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat semakin erat.
Selain memperkuat nilai-nilai keagamaan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif.
Pesan yang mengemuka dalam Jumat Keliling itu pun menjadi pengingat bahwa di tengah tantangan ekonomi dan berbagai persoalan hidup, masyarakat tidak boleh kehilangan harapan.
Dengan iman yang kuat, kesabaran, ikhtiar, serta kepedulian terhadap sesama, setiap ujian diharapkan dapat dilalui dengan lebih tegar.
Sebab, di balik setiap kesulitan selalu ada harapan, dan melalui kebersamaan, beban yang berat dapat terasa lebih ringan. (Lamk)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.