Pelatihan Alat Berat Jadi Bekal Pemuda Pontodon Timur Hadapi Dunia Kerja

 KOTAMOBAGU — Harapan membuka peluang kerja baru kini dimiliki para peserta pelatihan pengoperasian alat berat yang difasilitasi Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Pontodon Timur.

Pelatihan yang difasilitasi melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kotamobagu tersebut berlangsung di PT Rajawali Buana Nusantara, Kelurahan Malalayang, Manado, Selasa (22/9/2026).

Program ini menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya pemuda dan pencari kerja lokal, agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan pengoperasian alat berat, khususnya excavator. Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar belajar mengoperasikan mesin, tetapi menjadi kesempatan untuk memperoleh keterampilan yang dapat menunjang peluang kerja di sektor konstruksi maupun pertambangan.

Salah satu peserta asal Desa Pontodon Timur, Bojes Duran, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memfasilitasi mereka mengikuti pelatihan tersebut.

“Atas nama pribadi saya menyampaikan terima kasih banyak kepada Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib, Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkat, Pemkot Kotamobagu, Dinas Tenaga Kerja, Dinas PMD, serta Pemerintah Desa Pontodon Timur, dalam hal ini Ibu Sangadi Imelda Pasambuna dan Ketua BPD Pontodon Timur Abdul Marham Koikit, yang telah memfasilitasi kami dalam pelatihan alat berat ini,” ujar Bojes.

Menurutnya, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan menjadi modal berharga untuk menghadapi dunia kerja.

“Ini menjadi bekal skill untuk masa depan kami yang lebih baik,” tambahnya.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Rifki Irwanto Mamonto. Ia secara khusus mengapresiasi PT Rajawali Buana Nusantara bersama tim trainer yang telah memberikan pembekalan selama pelatihan.

“Terima kasih juga kepada PT Rajawali Buana Nusantara beserta tim trainer yang telah melatih dan membentuk skill kami menjadi operator yang kompeten,” ungkap Rifki.

Selama pelatihan, peserta tidak hanya belajar mengenai teknik pengoperasian alat berat. Mereka juga mendapatkan pembekalan dasar mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), prosedur pengoperasian, hingga standar keselamatan yang wajib diperhatikan dalam aktivitas kerja.

Pembelajaran teori yang dipadukan dengan praktik langsung di lapangan diharapkan mampu membentuk peserta menjadi tenaga kerja yang memiliki keterampilan praktis dan siap menghadapi kebutuhan industri.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kotamobagu, Sofian Boulu, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.

“Dengan keterampilan khusus ini, para peserta diharapkan dapat lebih mudah mendapatkan pekerjaan maupun mengembangkan usaha secara mandiri,” singkat Sofian.

Pemkot Kotamobagu terus mendorong program pelatihan kerja yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Pemerintah berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat menjadi pintu masuk menuju kesempatan kerja dan masa depan yang lebih baik. (Lamk)

 

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.