Wali Kota Weny Gaib Hadiri Pemakaman Korban Tragedi Drag Race Upai
KOTAMOBAGU – Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kotamobagu menghadiri langsung prosesi pemakaman para korban insiden tragis dalam Open Tournament TIDAR Drag Race–Drag Bike Championship 2026, yang dilaksanakan di Jalan A.P Mokoginta kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Senin (10/8/2026).
Kehadiran Wali Kota dan Forkopimda dilakukan di sejumlah rumah duka, yakni di Kelurahan Upai, Desa Pontodon Kota Kotamobagu, serta Desa Bilalang Baru, Bilalang Utara, Bilalang Tiga, dan Bilalang Empat, Kabupaten Bolaang Mongondow, sebagai bentuk empati dan kepedulian pemerintah terhadap keluarga yang ditinggalkan.
Seperti diketahui, insiden kecelakaan maut tersebut terjadi di Jalan A.P. Mokoginta, Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, saat berlangsungnya ajang balap. Peristiwa itu mengakibatkan sejumlah korban jiwa serta korban luka-luka.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Weny Gaib menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban yang tengah berduka.
“Atas nama Pemerintah Kota Kotamobagu, kami menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban. Semoga para korban mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Wali Kota.
Ia juga mengungkapkan keprihatinan atas kejadian nahas yang terjadi dalam pelaksanaan event tersebut hingga menimbulkan korban jiwa.
Menurutnya, tragedi ini menjadi duka bersama, khususnya bagi masyarakat Kota Kotamobagu dan keluarga para korban.
“Saya berharap kejadian ini menjadi yang pertama dan terakhir di daerah kita. Ini harus menjadi pembelajaran bagi kita bersama,” tegasnya.
Wali Kota juga mengingatkan pentingnya aspek keselamatan dan keamanan dalam setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat luas, terutama yang berpotensi menimbulkan risiko tinggi.
Forkopimda Kotamobagu yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan simpati dan dukungan moril kepada keluarga korban, serta berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Suasana duka masih menyelimuti rumah-rumah korban, di mana kehilangan orang terkasih secara tiba-tiba menjadi pukulan berat bagi keluarga.
Kehadiran pemerintah di tengah prosesi pemakaman diharapkan dapat memberikan penguatan moril bagi keluarga korban, sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian di tengah musibah yang terjadi. (Lamk)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.